Skip to main content

Posts

Kesepakatan dengan anak, talkshow ECCD-RC

Bagaimana pengalaman ortu menggunakan kesepakatan dengan anak? apa sih keuntungan yang dirasakan? caranya bagaimana? apa saja kunci suksesnya? Itu sebagian dari pembahasan talkshow parenting kali ini. kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan open house labschool Rumah Citta, ECCD-RC Jogja. Kebetulan saya adalah orang tua murid karena kedua buah hati saya bersekolah di Labschool citta. Tugas saya dalam sesi ini sebagai juru kunci, alias menyampaikan kunci-kunci dalam kesepakatan. Tentu saya tidak sendiri. Ada 3 ortu murid lain yang bertugas, Pak Bimo (ortu TK B Hiu) sebagai moderator, pak Hafidz (ortu TK B Happy ceria) dan mbak Hindra (ortu PG F), keduanya mendapat bagian menyampaikan pengalamannya dalam berupaya menggunakan kesepakatan. Senang sekali lagi-lagi  menemukan bahwa ortu menginternalisasi nilai-nilai yang dikembangkan di sekolah, mengadopsi strategi yang digunakan sekolah, sehingga proses pembentukan karakter berjalan selaras. Saya juga senang men...

Pelatihan DPL KKN LP3M UMY

Bulan Januari lalu saya mendapat tugas dari LP3M UMY untuk memfasilitasi sesi Need Assessment bagi bapak ibu DPL (Dosen Pembimbing Lapangan ) KKN Mahasiswa UMY. Senang sekali bisa terlibat dalam kegiatan ini. Pelatihan ini menunjukkan keseriusan UMY dalam menggarap KKN, sebagai wadah bagi mahasiswa terlibat langsung dalam aktifitas pemberdayaan masyarakat.  Tidak hanya mahasiswa yang dibekali, tapi para dosen juga diwajibkan mengikuti refreshment, sehingga persepsi para dosen selaras dengan pemahaman yang didapat mahasiswa dari pembekalan. Sebelumnya saya juga terlibat dalam tim penyusun modul pembekalan KKN dan tim pemateri pembekalan KKN.   Need assessment yang kita bahas dalam sesi ini menggunakan tool yang diadaptasi dari pendekatan PRA, yaitu peta desa dan good n bad. Salut kepada ibu bapak DPL yang meskipun sudah berpengalaman tetap antusias untuk belajar, berdiskusi serta  praktek.. Selamat bertugas bapak dan ibu DPL!

Disiplin Positif, parenting Citaloka

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan berbincang dengan para orang tua dari sekolah Citaloka dalam sesi parenting. Tema yang diangkat adalah tentang disiplin positif. Banyak diskusi dan sharing dari orang tua tentang bagaimana strategi yang telah dilakukan serta kendala yang dihadapi. Disiplin positif itu apa? adalah upaya untuk membangun kebiasaan positif pada anak tanpa ancaman, hukuman maupun sogokan. ingin tahu lebih banyak? mari kita berbincang.

Komunikasi positif, bersama YSTC Sumba

menyoal komunikasi dengan anak, nggak ada matinya! iya, karena komunikasi merupakan ujung tombak interaksi orang dewasa dengan anak terlebih untuk pendidik dan orang tua karenanya senang sekali saya diajak ECCD RC untuk membersamai teman-teman dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik Sumba, untuk bersama-sama belajar soal komunikasi positif, 13 Desember lalu. teman-teman ini staff NGO yang ingin melakukan perubahan positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayahnya. saya sendiri belajar banyak dan mendapatkan beragam info tentang bagaimana praktik-praktik komunikasi dengan anak yang dilakukan di Sumba Semoga bermanfaat ya mbak Dina dan teman-teman, terus semangat melakukan perubahan positif di wilayah kerjanya. luv

Parenting without violence

Ini narasumber seminar non partisipan ya? hihi... bukaaan... juga bukan girl band apalagi group kasidahan. Kami bertemu untuk evaluasi hasil translate modul Parenting without Violence yang baru saja selesai kami kerjakan, sekaligus bersiap untuk modul berikutnya. Banyak lho yang kita pelajari dari projek sederhana ini. Ternyata mengalihbahasakan modul  bukan hal yang mudah, karena hasil alih bahasa harus menjadi bahan yang siap digunakan dan dimengerti bagi pengguna Indonesia. semangat ya mbak2...senang bekerjasama dengan anda! :*

Body mapping

salah satu cara memperjuangkan hak anak adalah dengan mengajarkan kepada anak untuk melindungi diri. kita tidak disisi anak selama 24 jam sehari, maka penting bagi anak untuk memahami cara untuk melindungi dirinya sendiri. body mapping merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengajak anak melindungi dirinya sendiri. salah satunya untuk melindungi dirinya dari potensi pelecehan seksual. cara ini selain seru, mengasyikkan, edukatif dan dapat digunakan untuk semua usia. tidak sebatas mengajarkan perlindungan diri pada anak, body mapping juga dapat digunakan untuk mempromosikan anti kekerasan bagi subjek dewasa. tertarik?? mari belajar melakukan body mapping!!  (foto diambil saat kegiatan Ladies Program untuk istri pejabat daerah Kab Maluku Utara)
Bismillahirrohmaanirrohiim.. setiap langkah kecil yang kuayunkan, semoga memberi manfaat untuk diriku sendiri untuk buah hatiku untuk banyak orang disini aku menitipkan dokumentasi kecil semoga terjaga aamiin